Aku percaya, ada suatu masa di dalam siklus kehidupan seorang manusia dimana Ia, entah mengapa, mendapati cairan kelenjar air matanya meluap tanpa ada alasan yang jelas. Hanya ada dua hipotesis yang bisa dipilih. Pertama, terlalu banyak benang ruwet yang menghambat pasokan akal sehat dan suara hati nuraninya sehingga otak mengalami titik jenuh dan secara otomatis mengirimkan sinyal SOS kepada kelenjar air mata. Kedua, Ia gila. Aku pilih opsi pertama. Tentu saja. Kuluapkan semua bersama dengan rintik-rintik hujan yang jatuh mengenai jalanan Jogja yang kusam. Lega . Sama halnya dengan rintik hujan yang menyapu air mata, semoga 'suatu masa' ini menyapu segala kegelisahan dan membuatku menjadi lebih tegar . Aamiin. Jumat, 17/05/2013 di Kamar No. 8 yang segera kutinggalkan.
Bersama Dini dan Erika KPFT 3 Oktober 2013 Thanks berat buat: 1. Allah yang udah ngasih kami hidup 2. Erika's Ipad 3. Fred dan Alvin yang udah ngebiarin kami foto-foto sedangkan mereka tetap ngelanjutin buat tugas \m/
Aloha world, aloha sunshine, aloha people who are secretly reading my blog haha. So this is my first post in 2018 and it takes such a long time for me to, finally, star to post something again here. This new life, which is working life, adaptation is really energy and time-consuming, consequently i couldn't spare some time to take care of my blog, haha. So this afternoon, when I was going home from my office, I realized something. It turns out that I got so much experience when I was away from my hometown because I've been staying in some towns that I think are so remarkable. These towns are Malang, Yogyakarta, Jakarta, and Bandung. Every town has its own culture and atmosphere, so in this post I will share to you my experience and my opinion about these towns. 1. Malang In 2009, I got this experience to stay in Malang for 3 years because I got this scholarship from Sampoerna Academy and it's necessity for me to attend a boarding school there. First I will tal...
Comments
Post a Comment