Posts

Sebuah Deklarasi Kerinduan

Hai. Sore yang gelap, suara violin yang rendah, dan desiran angin yang kadang kuat, kadang lemah menciptakan sebuah perasaan yang sangat kuat. Disaat itulah aku apa yang ada didalam hati ingin meluap. Disaat itulah aku ingin menggambar, walaupun hanya sebatas garis dan kurva yang tak simetris, abstrak. Namun aku tak bisa.  Realita sedang tak berpihak kepadaku. Aku tak berdaya. Duniaku sudah berubah.

Rehat Sejenak dari Hiruk Pikuknya Dunia

Image
Bersama Dini dan Erika KPFT 3 Oktober 2013 Thanks berat buat: 1. Allah yang udah ngasih kami hidup 2. Erika's Ipad 3. Fred dan Alvin yang udah ngebiarin kami foto-foto sedangkan mereka tetap ngelanjutin buat tugas \m/

Inilah quote percintaan paling keren sejagad raya. Dikenalkan oleh Pak Bagyo, guru yang walau sudah beruban tetap saja karismatik.

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat  disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada" - Sapardi Djoko Darmono Sekilas, bila dibaca dengan cepat tanpa mengamati dan menghayati makna yang ada, manusia dapat mengatakan bahwa cinta yang disebutkan didalam quotes diatas benar-benar dangkal, melihat 'sederhana' adalah pilihan kata yang utama. Namun, sibaklah kata 'sederhana' itu, wahai manusia. Sesungguhnya ia kaya akan berjuta rasa. Uhyeah.

Saya Lagi Labil.

Aku percaya, ada suatu masa di dalam siklus kehidupan seorang manusia dimana Ia, entah mengapa, mendapati cairan kelenjar air matanya meluap tanpa ada alasan yang jelas. Hanya ada dua hipotesis yang bisa dipilih. Pertama, terlalu banyak benang ruwet yang menghambat pasokan akal sehat dan suara hati nuraninya sehingga otak mengalami titik jenuh dan secara otomatis mengirimkan sinyal SOS kepada kelenjar air mata. Kedua, Ia gila. Aku pilih opsi pertama. Tentu saja. Kuluapkan semua bersama dengan rintik-rintik hujan yang jatuh mengenai jalanan Jogja yang kusam. Lega . Sama halnya dengan rintik hujan yang menyapu air mata, semoga 'suatu masa' ini menyapu segala kegelisahan dan membuatku menjadi lebih tegar . Aamiin. Jumat, 17/05/2013 di Kamar No. 8 yang segera kutinggalkan.

Random

Pantai. Inilah secuil ruang dalam alam semesta, dimana gemuruh ombak, desiran pasir, dan aroma garam bersinergis membentuk sebuah lingkaran magis yang siap menyeretku kedalam imajinasi tanpa batas, baik itu baik maupun buruk. Saya bahagia sekaligus sedih. Mau bagaimana lagi, saya hanyalah manusia.  Aaaaaa, aku ingin melukis.

Cetar!

Mengantuk saat mata kuliah Kewarganegaraan berlangsung adalah salah satu kebiasan buruk bagiku. Biasanya untuk mengusir rasa kantuk itu, aku bergegas ke kamar mandi untuk menyeka kedua mataku lalu kembali duduk untuk mendengarkan penjelasan Ibu dosen. Err, bercanda -_- Biasanya aku menggambar sesuatu yang tak jelas di kertas binderku, bahkan terkadang sampai pertemuan mata kuliah itu selesai (Parah. Maaf bu, InsyaAllah pertemuan depan ga kaya gini lagi *baru saja sadar* ). Namun pertemuan kemarin itu berbeda. Ada ucapan ibu dosen yang menarik perhatianku. Saat ibu dosen mengatakan itu, sejurus kemudian kepalaku berpaling tegas dari buku binder dan dengan antusias kudengarkan perkataan Ibu dosen. Ibu dosen kurang lebih berkata seperti ini... "Kalau orang Jawa Kuno, bapak-bapak  itu ga belajar masak. Mereka menghargai dan mempercayai istri mereka yang masak. Bapak dulu aja ga bisa masak, Ibu yang selalu masakin buat Bapak." Cetar! Aku langsung termenung. Sedetik kemudian kukait...

101 Kebahagiaan

Bahagia itu sederhana. 1. Bahagia itu ketika aku yang balita berhasil merangkak dan menggapai kacang-kacang atom yang digelundungin Bapak di atas karpet. Terjadi ketika Bapak lagi usil atau lagi ga ada kerjaan -_- 4. Bahagia itu ketika aku digambarin Godzilla sama temen kelas samping, cowok (maklumlah, waktu TK aku tomboy banget, mainnya sama cowok mulu). 9. Bahagia itu ketika teman-teman TK sekaligus aku pada gempar gara-gara mempeributkan sebuah laba-laba  yang bersarang dibelakang kelas itu beracun atau tidak. 14. Bahagia itu ketika aku beli es krim sehabis kelas waktu TK. 21. Bahagia itu ketika aku dapet bingkisan hadiah ulang tahun dari temen, keponakan, ataupun tetangga. 29. Bahagia itu ketika rambutku akhirnya tumbuh lebat juga setelah mendapatkan terapi lidah buaya (yang gatal dan menyiksa). Terjadi ketika aku masuk ke dunia Sekolah Dasar. 33. Bahagia itu ketika aku ngelihat kucing yang larinya kenceng banget pada nabrakin temen-temen yang lagi jalan di koridor #evil...